Jangan lupa Rabu 27 November 2024 ada Pilkada serentak untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta bupati dan wakil bupati

Artikel

Masyarakat Gedong dalam Tradisi 'Asyuro

18 Juli 2024 19:53:26  Administrator  138 Kali Dibaca  Berita Desa

Bulan suro atau muharram merupakan bulan yang dianggap suci, selain karena menjadi titik awal dari permulaan tahun hijriyah juga mempunyai sejarah memilukan dalam dunia islam. Dalam tradisi adat jawa, bulan suro selalu diperingati dengan berbagai kegiatan yang bertujuan memuliakan leluhur nenek moyang atau pendahulu-pendahulunya, mulai dari bersih-bersih makam atau kuburan serta berbagai amalan dzikir juga turut dilambungkan.

Dalam sejarah, dunia Islam punya sisi gelap dibulan muharram ini, peristiwa tersebut dinamai pertempuran Karbala yang menyebabkan sayyidina Husein cucu Nabi Muhammad SAW meninggal dunia.  Dari sudut pandang Muslim, mereka yang tewas dalam pertempuran Karbala dianggap sebagai martir. Setelah pertempuran ini, Husain dijuluki Sayyid al-Syuhada. Setiap tahun, Syiah, Alawi dan sejumlah Sunni dan agama lain memperingati 10 hari pertama Muharram setiap tahun dengan mengadakan upacara duka. Masa duka mencapai puncaknya dengan datangnya hari kesepuluh (Asyura). Meskipun secara militer skala pertempuran ini tidak besar, namun memiliki dampak ideologis dan politik yang besar. Pertempuran Karbala adalah peristiwa historis dan mendasar dalam tradisi dan sejarah Syiah agama ini. Konflik ini diriwayatkan dan dinarasikan setiap tahun dan bergantian dengan diadakannya peringatan dan duka cita.

Dengan sejarah diatas, masyarakat jawa pun mempunyai keyakinan bahwasanya muharam adalah bulan duka dan truko (susah) maka tidak diperbolehkan mengadakan hajatan atau bersenang-senang dibulan muharram atau suro ini. Begitupun yang berlaku di masyarakat desa gedong, setiap tanggal 10 muharram (‘asyuro) ini selalu melakukan kegiatan suroan dan umbul dungo bersama seluruh masyarakat.

Kegiatan ini dimulai dengan wirid setelah sholat maghrib berjamaah dimasjid Al-Huda , lalu sesampainya setelah waktu isya, masyarakat berbondong-bondong ke area makam simbah Agung Jimat yang terletak didusun jimatan, selanjutnya area pemakaman simbah Reksoyudho didukuh gayam dan terakhir ke area pemakaman Sayyid AbdurRahman atau Mbah Lamongan didusun Krajan. Kegiatan ini diawali dengan pengantar dari mbah manten lurah Sudaryanto menjelaskan tentang sejarah leluhur desa Gedong dan dilanjut dengan bacaan Tahlil yang dipimpin oleh bapak Kyai Muhammad Ruchin.

“kegiatan ini rutin kita laksanakan setiap tahunnya, dan baru berjalan sekitar 3 tahunan” ujar bapak Sumargo selaku kaum. “harapannya kegiatan ini akan terus berjalan dan dapat memberikan ihkwal kepada masyarakat untuk mengetahui perjuangan dan pengorbanan leluhur dalam mendirikan desa gedong” imbuhnya. Sedangkan Iqbal kholil mengatakan bahwa “ kegiatan ini sangat bermanfaat bagi saya khususnya, karena selain mengetahui sejarah leluhur dan pepunden desa, saya juga bisa mengambil spirit leluhur dalam memperjuangkan desa zaman dahulu” pungkasnya saat diwawancarai.

pokoke
19 Juli 2024 11:40:16
joss pokok lah mas
1245
19 Juli 2024 03:49:09
mantap

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Statistik

 Agenda

 Sinergi Program

 Pemerintah Desa

 Komentar

 Media Sosial

 Peta Wilayah Desa

 Peta Lokasi Kantor


Kantor Desa
Alamat : Krajan Rt 001001 Desa Gedong, Kec. Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah 54262
Desa : Gedong
Kecamatan : Kemiri
Kabupaten : Purworejo
Kodepos : 54262
Telepon :
Email : gedong.kemiri@purworejokab.go.id

 Statistik Pengunjung

  • Hari ini:5
    Kemarin:27
    Total Pengunjung:4.174
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:216.73.216.161
    Browser:Mozilla 5.0